Kab Banyuwangi, Media Sakti.id, – Pada hari Jum’at tanggal 16 September 2022 pukul 15.00 s.d 17.25 WIB bertempat di Mapolresta Banyuwangi, Kantor DPRD dan Pemda Banyuwangi telah dilaksanakan aksi unras unras kelompok mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Banyuwangi (AMB) jilid II dalam rangka tolak kenaikan harga BBM bersubsidi korlap Dana Wijaya (GMNI), Aris Rahmatullah (Forum BEM) dan Nouval Witarto (HMI) diikuti 100 orang.
Adapun alat yang diperagakan yaitu; 1. Mobil komando dilengkapi sound System, 2. Bendera merah putih dan bendera masing-masing Ormek, 3. Poster dan banner yang bertuliskan; a). Kawal Hak istimewa manusia 1/3 dewa.b). RIP Act of service pemerintah hokage.
Kegiatan tersebut dimulai dari Pukul 15.00 WIB, Massa aksi berkumpul di Kampus Unair Banyuwangi, selanjutnya melaksanakan orasi secara bergantian yang intinya bahwa kami mengapresiasi kepada kawan – kawan yang turut serta hadir memperjuangkan kepentingan rakyat, tugas mahasiswa adalah mengawal kepentingan rakyat sampai harga BBM bersubsidi turun kembali, karena kenaikan harga BBM berpengaruh terhadap komoditi yang lain, kenaikan BBM bukanlah solusi yang baik bagi masyarakat, maka dari itu perjuangan kita hari ini sampai menang.
Selanjutnya Pukul 15.30 WIB, Massa aksi konvoi dari kampus Unair menuju Mapolresta Banyuwangi, Jl. Brawijaya Kel. Kebalenan Kec./ Kab. Banyuwangi.Kemudian Pukul 15.45 WIB, Massa aksi tiba di depan Mapolresta Banyuwangi,dan langsung melaksanakan orasi yang intinya kami mendukung kepolisian Banyuwangi untuk membasmi mafia migas yang telah turut menyengsarakan rakyat serta Kami mahasiswa Banyuwangi siap mendukung kepolisian.
Kemudian Pukul 16.10 WIB, Massa aksi tiba di Depan DPRD Banyuwangi Jl. Adi Sucipto Banyuwangi, selanjutnya massa aksi melakukan aksi anarkis dengan mencopot papan nama DPRD Banyuwangi diganti dengan tulisan “MOSI tidak Percaya” menggunakan pilox warna hitam.Dan Massa aksi mulai membakar ban bekas, sambil orasi yang intinya bahwa Kami sudah tidak percaya lagi dengan mentri ESDM dan mentri keuangan RI, karena sudah tidak berpihak kepada rakyat.
Seterusnya Pukul 16.30 WIB, Massa aksi meninggalkan kantor DPRD Banyuwangi menuju Kantor Pemda Banyuwangi Jl. A. Yani nomor 100 Banyuwangi.Hingga Pukul 16.35 WIB, Massa aksi tiba di depan kantor Bupati Banyuwangi Jl. A. Yani nomor 100 Banyuwangi,sehingga mencopot papan nama kantor Bupati Banyuwangi, dan melempari kantor Bupati Banyuwangi dengan tomat busuk sebagai simbol busuknya pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat, merekapun melaksanakan orasi yang intinya bahwa Kami meminta kepada Bupati Banyuwangi untuk bersikap mendukung mahasiswa yang menyuarakan suara rakyat.Sampai pada Pukul 16.44 WIB, Massa aksi berhasil menjebol pintu/pagar kantor Bupati Banyuwangi dan masuk ke areal Kantor Bupati Banyuwangi hingga membakar ban bekas.
Sedangkan pada Pukul 17.22 WIB, Deklarasi pernyataan sikap aliansi Mahasiswa Banyuwangi yang isinya bahwa kami aliansi mahasiswa banyuwangi yang berisi oleh GMNI, HMI, IMM dan Forum BEM datang ke 3 institusi besar representasi pemerintahan Kab. Banyuwangi yakni kepolisian resort Banyuwangi, DPRD Kab. Banyuwangi dan pemerintah Kab. Banyuwangi kami sudah tidak bisa lagi bersabar dengan harga BBM yang kunjung tidak turun.
Mska menjadi penting untuk kami sampaikan bahwa gerakan yang kami konsolidir hari ini adalah alarm peringatan bagi seluruh jajaran DPRD dan Bupati Kab. Banyuwangi untuk secara tegas dan jelas menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat untuk melegitimasi gerakan penolakan atas kenaikan harga BBM ini, kami kabarkan dan kami pastikan bahwa hari Senin kami akan kembali dengan gelombang massa yang lebih besar dan ekspresi yang lebih ekstrim, kami tidak akan berhenti dan akan terus berlipat ganda sampai harga BBM benar – benar turun.
Setelah itu pada Pukul 17.25 WIB, Aksi unras selesai, selanjutnya massa aksi membubarkan diri kembali ke kampus masing – masing dan situasi kondusif sehingga ada rencana dari aliansi Mahasiswa Banyuwangi (AMB) yang terdiri dari GMNI, HMI, IMM dan Forum BEM Banyuwangi yang akan melaksanakan aksi lanjutan pada hari Senin tanggal 19 September 2022.
Deni Handersen (*)























