Cicalengka, Mediasakti.id,- Jelang acara Musrembang Kecamatan Cicalengka, Senin, 06 Pebruari 2023 Anggota DPRD PDI Perjuangan Kabupaten Bandung, Lutfi kepada media mengatakan, “Pertama musrembang kedepannya seperti yang sudah disampaikan terkadang banyak usulan-usulan dari Kepala Desa terkadang tidak terealisasi,” ujarnya.
Seperti yang disampaikan kades terkait realisasi anggaran misalnya 54 juta untuk tujuh (7) titik, namun barangnya tidak tersedia disana. Nah ini biasa terjadi human error’ atau yang dalam hasil tidak sesuai peruntukannya. Maka dari itu kita di DPRD ketika rapat-rapat Bamus ditekankan yang pertama Ketua Fasilitator dan anggota fasilitator juga SKPD ketika musrembang harus hadir agar tidak terjadi mis komunikasi dalam menentukan mana usulan perioritas dan mana yang tidak perioritas,”jelasnya.
Karena walaupun pagu anggaran kita bebas, tetapi tetap dibatasi sesuai pagu anggaran Kabupaten. Terkait pengaruh jahat dari pihak ke tiga, betul sekali bahwa papan proyek harus dilampirkan. Terutama tadi hal kerjasama harus ada PT atau CV yang dikerjasamakan dengan BUMDES. Jikalau tidak ada maka hal lain yang dikerjasamakan pada program lain misalnya pada pengadaan barangnya,”
Sementara hal tentang ketahanan pangan kita dari DPRD Kabupaten Bandung sudah menghimbau kepada steakholder terutama di tingkat bawah Desa dan Kecamatan bahwa pada tahun 2023 hingga awal tahun 2024 diperkirakan akan terjadi krisis pangan. Tanda tanda itu sudah muncul misalnya harga beras naik dan harga bahan pengganti pangan juga naik. Beda dengan masa Pandemi kemarin yaitu terjadi krisis ekonomi,”pungkas Lutfi.
Hadir pada acara musrembang Kecamata Cicalengka tersebut Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Dapil IV yakni dari PDI Perjuangan, Golkar, PKB, dan PKS. Kapolsek, Danramil, Team Bedas, 12 Kepala Desa dan undangan lainnya.
Asep Muhidin.























