Ciamis, Mediasakti.id ,-
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nusantara Werasari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, memperkenalkan budaya kerja baru bertajuk Pancadharma sebagai langkah strategis membangun sumber daya manusia yang berintegritas, profesional, serta memiliki semangat nasionalisme dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala SPPG Nusantara Werasari, Febi Adrian, menjelaskan bahwa lahirnya Pancadharma dilatarbelakangi oleh berbagai persoalan yang ditemui dalam pengelolaan sumber daya manusia, khususnya masih rendahnya kesadaran sebagian tenaga kerja dalam menjalankan aturan dan standar kerja yang telah ditetapkan.
“Selama ini petunjuk teknis hanya mengatur tata kelola dan prosedur kerja. Namun, belum menyentuh aspek budaya dan ideologi kerja. Akibatnya, masih ditemukan pelanggaran aturan, human error, hingga rendahnya kesadaran terhadap makna dan tujuan bekerja di SPPG,” ujar Febi. Selasa , 21/7/2026
Menurutnya, kondisi tersebut mendorong SPPG Nusantara Werasari menyusun sebuah konsep budaya kerja yang memadukan prinsip industri dengan nilai-nilai nasionalisme. Konsep tersebut kemudian diwujudkan dalam Pancadharma sebagai pedoman perilaku seluruh karyawan.
“Pancadharma merupakan perpaduan antara disiplin kerja industri dan semangat nasionalisme. Tujuannya membangun integritas, profesionalisme, tanggung jawab, serta budaya gotong royong dalam lingkungan kerja,” katanya.
Febi menjelaskan, Pancadharma terdiri dari lima nilai utama, yakni integritas, profesionalisme, gotong royong, tanggung jawab, serta keadilan dan kesejahteraan bersama.
Nilai integritas diwujudkan melalui komitmen untuk bekerja secara jujur, amanah, bebas manipulasi data, menolak gratifikasi, serta menghindari segala bentuk penyalahgunaan wewenang.
Sementara nilai profesionalisme diterapkan melalui kepatuhan terhadap standar keamanan pangan, kebersihan lingkungan kerja, kerapihan penampilan petugas, kedisiplinan waktu, hingga penyelesaian pekerjaan sesuai standar operasional.
“Pekerjaan di SPPG tidak boleh asal selesai. Seluruh proses harus memenuhi standar keamanan pangan dan pelayanan terbaik bagi para penerima manfaat,” tegasnya.
Nilai gotong royong juga menjadi bagian penting dalam budaya kerja tersebut. Menurut Febby, solidaritas antarkaryawan menjadi kunci agar pelayanan tetap optimal meski menghadapi beban kerja yang tinggi.
“Ketika ada rekan yang kesulitan, maka yang lain harus membantu. Dengan semangat gotong royong, pekerjaan seberat apa pun akan terasa lebih ringan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal,” ungkapnya.
Selain itu, setiap pegawai dituntut memiliki rasa tanggung jawab sesuai tugas dan fungsinya masing-masing, mulai dari tim pengolahan makanan, persiapan, distribusi hingga pencucian peralatan. Dengan demikian, seluruh proses pelayanan dapat berjalan tertib, aman, dan berkualitas.
Sementara nilai kelima, yakni keadilan dan kesejahteraan bersama, saat ini masih terus dievaluasi sebagai hasil dari penerapan empat nilai sebelumnya. Harapannya, tercipta lingkungan kerja yang adil sehingga kesejahteraan tidak hanya dirasakan oleh pegawai, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Febi berharap Pancadharma tidak hanya menjadi budaya kerja di lingkungan SPPG Nusantara Werasari, tetapi juga dapat menginspirasi masyarakat dalam menumbuhkan kembali nilai-nilai gotong royong, integritas, serta kecintaan terhadap bangsa.
“Saya berharap Pancadharma menjadi sebuah gerakan yang mampu melahirkan manusia-manusia yang berintegritas, profesional, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat. Ketika seluruh elemen bekerja dengan semangat yang sama, kita bukan hanya menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga ikut membangun karakter bangsa menuju Indonesia yang lebih maju,” pungkasnya. ( Dods ).























