Beranda Regional Priangan Timur Bupati Ciamis Semprot ASN Mengantuk Saat Acara GENIUS

Bupati Ciamis Semprot ASN Mengantuk Saat Acara GENIUS

35

Ciamis, Mediasakti.id ,-

Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya menegur keras sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang kedapatan mengantuk saat mengikuti kegiatan Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS) di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Rabu (29/7/2026).

Teguran itu disampaikan langsung saat memberikan sambutan, sekitar pukul 09.00 WIB. Di hadapan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Heri Rafni, kepala sekolah, tenaga pendidik SD hingga SMA/sederajat se-Kabupaten Ciamis, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis, Herdiat menghentikan pidatonya sejenak karena melihat beberapa peserta tidak fokus mengikuti kegiatan.

“Jam sembilan sudah pada ngantuk. ASN macam apa ini? Malu. Jangan bikin malu. Nanti difoto media, malu kita semua,” tegas Herdiat.

Suasana aula seketika hening. Para peserta yang semula tampak kurang fokus langsung memperbaiki sikap dan kembali memperhatikan jalannya acara.

Bupati Ciamis menegaskan, disiplin ASN tidak cukup hanya dengan hadir secara fisik, tetapi juga harus ditunjukkan melalui keseriusan mengikuti setiap agenda pemerintahan yang bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Usai menegur peserta, Herdiat mengapresiasi OJK Tasikmalaya yang telah menginisiasi Program GENIUS di Kabupaten Ciamis. Menurutnya, Ciamis merasa terhormat dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan program yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui dunia pendidikan.

Ia mengatakan perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan. Karena itu, masyarakat harus mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

“Digitalisasi memberikan manfaat yang sangat besar, tetapi dampak negatifnya juga tidak kalah besar. Kita harus mampu memilih dan memilah mana yang membawa manfaat dan mana yang harus dihindari,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Herdiat juga menyoroti maraknya praktik judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang dinilainya menjadi ancaman serius, termasuk bagi kalangan ASN.

Menurutnya, rendahnya literasi digital dan literasi keuangan membuat banyak orang mudah terjebak dalam praktik yang berujung pada persoalan ekonomi maupun hukum.

“Dampak digitalisasi yang paling terasa sekarang adalah judi online dan pinjaman online. Korbannya bukan hanya masyarakat. ASN juga banyak yang terjerat. Bukan hanya laki-laki, perempuan juga ada,” ungkapnya.

Karena itu, ia menilai pendidikan literasi keuangan harus ditanamkan sejak usia sekolah agar generasi muda mampu mengelola keuangan dengan baik sekaligus memahami risiko penyalahgunaan teknologi digital.

Selain persoalan ekonomi digital, Herdiat mengaku prihatin terhadap meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Ciamis.

Ia mengungkapkan, sepanjang 2025 tercatat 83 kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak, dengan jumlah korban mencapai ratusan.

“Kasusnya memang 83, tetapi korbannya bisa mencapai ratusan anak,” katanya.

Ia juga mengaku prihatin karena mulai ditemukan kasus pelecehan seksual sesama jenis yang melibatkan anak-anak usia sekolah. Menurutnya, derasnya arus informasi melalui teknologi digital membuat berbagai pengaruh negatif semakin mudah masuk hingga ke daerah.

Karena itu, ia mengajak orang tua, guru, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pengawasan terhadap penggunaan teknologi digital oleh anak-anak.

Melalui Program GENIUS, Herdiat berharap kepala sekolah dan tenaga pendidik dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan sekolah. Menurutnya, pendidikan keuangan tidak hanya mengajarkan kebiasaan menabung, tetapi juga membentuk karakter, tanggung jawab, dan kemampuan mengambil keputusan finansial secara bijaksana sejak dini.

Menutup sambutannya, H. Herdiat Sunarya menegaskan bahwa cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai melalui pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Upaya tersebut harus dimulai sejak dini melalui pemenuhan gizi, pendidikan, penguatan karakter, serta peningkatan literasi digital dan keuangan.

“Indonesia Emas 2045 tidak bisa diwujudkan secara instan. Semua harus dipersiapkan sejak dalam kandungan, terprogram, dan terukur. Karena itu persoalan stunting juga harus kita tuntaskan agar lahir generasi yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing,” pungkasnya.

Program GENIUS di Kabupaten Ciamis diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan literasi keuangan dan kecakapan digital masyarakat, sekaligus menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
( Dods ).