Ciamis, Mediasakti.id ,-
Kebakaran lahan milik Perhutani terjadi di Blok Gunung Sinapeul, Desa Sindangrasa, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jumat (7/8/2026). Api membakar sekitar 2 hektare lahan sebelum berhasil dikendalikan petugas.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 17.00 WIB setelah Iwan Gunawang, warga Dusun Pasir Ipis, Desa Sindangrasa, melihat kepulan asap tebal dari kawasan tersebut. Setelah ditelusuri, warga menemukan titik api dan segera melaporkannya ke Pos WMK Banjarsari.
Laporan diterima petugas pada pukul 19.05 WIB. Hanya satu menit kemudian, petugas langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 19.09 WIB. Waktu respons tercatat tiga menit.
Petugas Pos WMK Banjarsari kemudian berkoordinasi dengan Polsek Banjarsari dan Pusdalops BPBD Kabupaten Ciamis untuk mempercepat penanganan. Pemadaman dilakukan bersama sejumlah unsur terkait dan masyarakat sekitar.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman secara manual pada area yang terbakar. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan penyisiran dan observasi untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali membesar.
Penanganan melibatkan Pos WMK Banjarsari, Polsek Banjarsari, Babinsa dan Babinmas Desa Sindangrasa, Intel Kodim wilayah Banjarsari, jajaran Perhutani melalui Asisten Perhutani dan anggota BKPH, BPBD Ciamis, Pemerintah Desa Sindangrasa, RCS, serta masyarakat sekitar.
Tiga personel Pos WMK Banjarsari diterjunkan dalam penanganan tersebut, yakni Dikri Nur Dena Tama, Nana Juliana, dan Nurholis. Sementara Bintang, Uju, dan Gilang tetap bersiaga di pos.
Petugas mengerahkan satu unit kendaraan pancar dengan nomor polisi Z 8159 T. Hingga pukul 20.30 WIB, kondisi di tempat kejadian perkara dinyatakan aman. Petugas kemudian kembali ke Pos WMK Banjarsari untuk melanjutkan piket dan kesiapsiagaan.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara penyebab kebakaran belum diketahui dan masih dalam penyelidikan.
Petugas mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya di kawasan hutan dan lahan yang kondisi vegetasinya mudah terbakar. Warga juga diminta segera melaporkan setiap kemunculan asap atau titik api agar dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas. ( Dods ).























