CIAMIS, Mediasakti.id ,–
Wakil Menteri Kesehatan bersama Wakil Menteri Dalam Negeri melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis. Dalam kunjungan tersebut, kedua wamen meninjau sejumlah ruangan pelayanan sekaligus mengevaluasi berbagai program kesehatan yang telah berjalan. Senin, 21/9/2026.
Direktur RSUD Ciamis, dr. H. Bayu Yudiawan, M.M., menjelaskan bahwa agenda utama kunjungan ini bukan sekadar meninjau fisik ruangan, melainkan berfokus pada evaluasi program kesehatan nasional. Salah satu aspek yang menjadi sorotan utama adalah upaya menekan angka penyakit katastrofik.
“Sebetulnya kata kuncinya bukan ke ruang mana saja yang dikunjungi. Yang jelas, beliau berdua ingin mereview beberapa program yang sudah dilaksanakan di sini,” ujar dr. Bayu saat diwawancarai setelah kegiatan.
Menurut dr. Bayu, penyakit katastrofik seperti gagal ginjal kronis menjadi tantangan besar dalam pembiayaan kesehatan nasional. Dampaknya sangat luas, mulai dari tingginya angka kematian hingga potensi melumpuhkan ekonomi keluarga pasien jika harus ditanggung secara mandiri.
“Sebagai contoh, satu kali tindakan cuci darah beserta obat penunjangnya bisa menghabiskan sekitar Rp2 juta. Jika pasien harus menjalani terapi dua kali seminggu, biayanya mencapai Rp4 juta, atau sekitar Rp16 juta dalam sebulan. Gaji siapa yang mumpuni untuk menutup biaya sebesar itu?” tutur dr. Bayu menekankan beratnya beban finansial tersebut.
Meski keberadaan BPJS Kesehatan sangat membantu masyarakat melalui skema jaminan kesehatan, dr. Bayu mengingatkan bahwa beban pembiayaan yang besar dan terus-menerus ini menjadi tantangan berat bagi keberlanjutan sistem kesehatan negara. Oleh karena itu, pemerintah kini menggeser strategi penanganan dari kuratif (pengobatan di hilir) ke penguatan promotif dan preventif (pencegahan di hulu).
“Yang diutamakan sekarang adalah promotif dan preventif, yaitu promosi dan pencegahan. Setelah itu, baru kuratif dan rehabilitatif,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Bayu memaparkan bahwa upaya pencegahan tidak boleh berhenti pada sosialisasi pola hidup sehat saja. Deteksi dini yang terukur dan masif di masyarakat menjadi langkah krusial yang harus diambi. Langkah ini diwujudkan salah satunya melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk menjaring potensi penyakit seperti hipertensi dan diabetes secara dini.
Langkah preventif ini dinilai mendesak karena adanya pergeseran tren penyakit. Saat ini, anggapan bahwa hipertensi hanya menyerang lansia terbukti keliru. Kasus tekanan darah tinggi kini mulai marak ditemukan pada usia muda, bahkan anak-anak. Jika dibiarkan tanpa penanganan dini, kondisi ini berpotensi besar memicu komplikasi berat seperti gagal ginjal kronis.
“Kalau ditemukan sejak dini dan diterapi dengan baik, kondisinya tidak akan memburuk sampai menjadi gagal ginjal kronis yang mengharuskan pasien tergantung pada mesin cuci darah. Kata kuncinya adalah tahu lebih awal,” tegas dr. Bayu.
Kunjungan Wamenkes dan Wamendagri ini pun diharapkan mampu memperkuat integrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat. Targetnya, program deteksi dini diikuti dengan tata laksana terapi yang tepat agar penyakit tidak berkembang ke fase kronis yang membutuhkan biaya medis fantastis.
“Harapan kita ke depan, tidak ada lagi anak muda di bawah usia 30 tahun yang harus menjalani cuci darah. Jangan ada lagi masyarakat di usia produktif bawah 50 tahun yang terpaksa kehilangan produktivitasnya karena harus berbaring di ruang hemodialisis,” harapnya.
Selain gagal ginjal, strategi pencegahan ini juga ditargetkan untuk menekan kasus penyakit jantung koroner yang kerap berujung pada tindakan pasang ring. Dr. Bayu kembali menegaskan bahwa intervensi medis pada fase awal seperti pengendalian hipertensi dan diabetes jauh lebih efisien secara biaya dan kualitas hidup pasien.
“Terapi pencegahan atau pengobatan dini untuk hipertensi dan diabetes itu jauh lebih murah daripada ketika pasien sudah masuk fase gagal ginjal dan harus cuci darah. Biaya mahal di fase kronis itulah yang sedang kita hindari bersama,” pungkasnya.
( Dods ).























