Beranda Regional Priangan Timur HUT ke-14 IWO Ciamis: Pers Harus Tegas, Akurat, dan Berdampak

HUT ke-14 IWO Ciamis: Pers Harus Tegas, Akurat, dan Berdampak

38

Ciamis, Mediasakti.id ,-

Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Ciamis menegaskan komitmennya untuk memperkuat profesionalisme pers dan memastikan karya jurnalistik memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Penegasan itu disampaikan dalam tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) IWO ke-14 dengan tema “IWO Berdampak terhadap Kebaikan Bangsa” yang digelar di Lembah Panyawangan, Kampus III Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jumat (14/8/2026).

Ketua IWO Kabupaten Ciamis, Heru Pramono, menegaskan bahwa peringatan HUT bukan sekadar seremoni. Usia 14 tahun harus menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat peran IWO di tengah derasnya arus informasi digital.

“Di usia ke-14 ini, kita tidak lagi bertanya siapa IWO, tetapi apa dampak IWO. IWO harus berdampak terhadap kebaikan bangsa,” tegas Heru.

Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar. Kecepatan tidak boleh mengorbankan akurasi, sementara popularitas tidak boleh mengalahkan prinsip jurnalistik.

“Kami memilih akurasi di atas kecepatan dan verifikasi di atas sensasi. Satu tulisan wartawan bisa menyelamatkan nama baik seseorang, tetapi satu tulisan juga bisa menggugurkan atau merusak kehidupan seseorang,” katanya.

Heru menegaskan ada tiga tanggung jawab utama yang harus terus dijalankan IWO.

Pertama, melawan hoaks. Wartawan harus menjadi penyaring informasi di tengah banjir konten digital. Setiap informasi harus diperiksa, dikonfirmasi, dan diverifikasi sebelum dipublikasikan.

Kedua, menjalankan fungsi kontrol sosial. Pers tidak boleh kehilangan keberanian untuk menyampaikan kritik ketika menemukan persoalan di lapangan.

“Kami mengkritik bukan untuk menjatuhkan, kami mengawasi bukan untuk mencari musuh. Kami mitra pemerintah, bukan corong dan bukan lawan, tetapi mitra yang saling mengingatkan,” tegasnya.

Ketiga, mencerdaskan masyarakat. Pers tidak boleh hanya mengejar berita konflik, sensasi, dan musibah. Media juga harus menghadirkan informasi yang edukatif, inspiratif, serta memberikan solusi dan harapan bagi masyarakat.

Sebagai bukti bahwa tema HUT tidak berhenti pada slogan, IWO Kabupaten Ciamis berencana menginisiasi program penanaman pohon di lahan sekitar tiga hektare yang telah disiapkan untuk diberdayakan. Program tersebut akan melibatkan masyarakat dan petani setempat.

“Ini bagian dari IWO hadir memberikan dampak positif terhadap kemajuan bangsa,” ujarnya.

Heru juga meminta seluruh anggota IWO menjaga integritas dan tidak mengabaikan kode etik jurnalistik. Setiap karya harus berdasarkan data, melalui konfirmasi berimbang, serta memiliki kepentingan yang jelas bagi publik.

“Jangan jadikan kebenaran sebagai jenjang. Tulisan harus berdampak. Kita harus bertanya, apakah tulisan ini membawa kebaikan untuk bangsa?” katanya.

Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ciamis, Enda, mengapresiasi peran media dalam membantu pemerintah menangkal penyebaran informasi bohong.

Enda meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial maupun ruang digital tanpa memastikan sumbernya.

“Jangan terlalu percaya kepada informasi, kecuali dari media-media yang terpercaya. Salah satu benteng pemerintah dalam mencegah penyebaran hoaks adalah karya dari rekan-rekan media,” ujarnya.

Menurut Enda, media kredibel menjadi salah satu rujukan penting pemerintah dalam memperoleh informasi dan data. Karena itu, profesionalisme wartawan dan kredibilitas media harus terus dijaga.

Ia menjelaskan, IWO lahir pada 8 Agustus 2012 di Jakarta sebagai respons terhadap perkembangan teknologi informasi dan pesatnya pertumbuhan media siber.

“Dulu media lebih banyak berupa media cetak dan televisi. Sekarang media online berkembang sangat pesat. Masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi melalui media online. Karena itu, masyarakat harus memilih media yang terpercaya agar informasi yang diperoleh tepat dan cepat,” katanya.

Enda menilai tema “IWO Berdampak terhadap Kebaikan Bangsa” sangat relevan dengan kondisi saat ini. Pers dituntut cepat, tetapi tidak boleh mengorbankan kebenaran. Media juga tidak boleh menjadi sumber kegaduhan hanya demi mengejar perhatian publik.

“Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Ciamis dengan insan pers, terutama IWO, berjalan dengan baik. Kami membutuhkan pemikiran dan kritik konstruktif dari insan pers untuk pembangunan di Kabupaten Ciamis,” tegasnya.

Ia berharap IWO semakin meningkatkan kapasitas wartawan, memperkuat profesionalisme, menjaga independensi, dan konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial.

Di tengah derasnya arus informasi, pers tidak cukup hanya hadir memberitakan. Pers harus berani mengungkap fakta, disiplin melakukan verifikasi, kritis dalam menjalankan kontrol sosial, dan memastikan setiap tulisan membawa manfaat bagi masyarakat. ( Dods ).