Beranda Regional Priangan Timur DPPKAD Juara Pertama Lomba Tarik Tambang Kedua Diraih RSUD SMC Ketiga Sat...

DPPKAD Juara Pertama Lomba Tarik Tambang Kedua Diraih RSUD SMC Ketiga Sat pol PP

466

Kab Tasikmalaya, mediasakti.id,- Rabu (10/08/2022). Hari -Hari menjelang peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 semakin semarak dan sangat mengesankan, mereka tak lagi memperdulikan serta lupa pakaian yang dipakai, yang penting happy aja mas!, ketika penulis membidikkan Camera pada salah seorang peserta lomba tarik tambang yang dikenal dengan sebutan Bang Bruno, padahal nama aslinya Aam anggota satpol PP.

Darimana Asal-Mula Tarik Tambang !.
Seperti kita ketahui, bahwa*Lomba tarik tambang berawal dari upacara dan pemujaan kuno yang banyak terpakai pada seluruh dunia, seperti di Mesir, Burma, India, Kalimantan, Jepang, Korea, Hawaii, dan Amerika Selatan. Yuk, cari tahu sejarah lomba tarik tambang!

Tarik tambang versi kuno orang dulu lakukan dalam berbagai banyak gaya. Di Afghanistan, mereka menggunakan tongkat kayu sebagai pengganti tali untuk menarik. Di Korea, anak-anak saling merangkul pinggang satu sama lain untuk membentuk rantai tarik tambang diri mereka sendiri. Tarik tambang bukan hanya olahraga bersama kelompok. Pada beberapa negara lainnya, ada juga tarik tambang versi man to man. Para Eskimo dalam Kanada juga masih memiliki lomba tarik tambang yang terkenal namanya sebagai ‘arsaaraq‘. Ini adalah lomba tarik tambang dengan orang penarik yang akan duduk pada tanah san memegang tali pendek. Orang lawannya yang akan menarik talinya dari posisi orang duduk akan menjadi pemenangnya.

Kemudian, olahraga tarik tambang orang-orang jadikan lomba untuk menguji kekuatan fisik. Di Yunani, asal usul tempat lahirnya Olimpiade versi kuno, olahraga tarik tambang sekitar 500 SM para atlet lakukan sebagai olahraga yang kompetitif. Mereka juga terkadang melakukan tarik tambang untuk latihan tubuh fisik mereka sebelum berolahraga lain. Tarik tambang juga merupakan permainan tradisional yang populer untuk orang-orang mainkan selama perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Permainan ini tidak hanya mereka mainkan oleh orang dewasa, tetapi juga sering oleh anak-anak. Permainan ini melibatkan dua kelompok yang saling berebut kekuatan untuk menarik tali. Pemenangnya adalah kelompok yang berhasil menarik lawan melewati garis tengahnya.

Permainan ini cukup populer di seluruh dunia dan bahkan menjadi olahraga kompetitif selama Olimpiade 1900 hingga Olimpiade 1920. Popularitas game ini sepertinya tidak terlepas dari fakta bahwa beberapa versi telah muncul di sepanjang sejarah. Buku Dinasti Tang, The Notes of Feng, menyatakan bahwa tarik tambang atau “kait tarik” digunakan oleh komandan militer Negara Chu untuk melatih tentara selama 8 – 5 abad SM sebelum mereka mengubahnya menjadi permainan di bawah Kaisar Xuanzong.

Di Indonesia sejak kapan ?.

Sedangkan, cerita di Indonesia dimulai ketika pekerja Indonesia saat masih dalam penjajahan Belanda tidak memiliki hiburan, sehingga mereka menciptakan permainan dengan tali yang terkenal dengan tarik tambang.

Permainan tradisional Hari Kemerdekaan ini mengingatkan kita pada kenangan kelam kolonialisme. Ini bukan hanyalah sekedar permainan, tetapi juga merupakan cerminan dari nilai-nilai Indonesia yang selalu berusaha untuk melestarikan, seperti kebersamaan, perjuangan, kerjasama. Dan juga sebagai simbol untuk mengenang pahlawan-pahlawan Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan negara kita tercinta ini.

Lomba Tarik Tambang yang menjadi hiburan tersendiri diberbagai daerah diseluruh pelosok Nusantara merupakan tradisi yang sangat mengesankan dan menarik perhatian warga masyarakat dari berbagai tingkatan, olahraga ini telah mempersatukan cultur dan budaya bangsa.

Sumber : dari berbagai literatur dan pustaka pribadi.

Iwan.s-Joko