Beranda Regional Priangan Timur Sampah Plastik dan Popok Bekas Menumpuk di Sungai, Kadus Selaawi Ajak Warga...

Sampah Plastik dan Popok Bekas Menumpuk di Sungai, Kadus Selaawi Ajak Warga Hentikan Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan

123

Ciamis, Mediasakti.id ,-

Tumpukan sampah yang memenuhi aliran Sungai Cibodas di Bendungan Cikawung, Dusun Selaawi RW 19, Desa Cisadap, menjadi bukti masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kebiasaan membuang sampah ke sungai dinilai menjadi penyebab utama pencemaran sekaligus ancaman banjir saat musim hujan.

Melihat kondisi tersebut, Kepala Dusun Selaawi, Jojo Johan S., bersama Ketua RW 19 turun langsung membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan membuang sampah sembarangan.

Jojo mengakui, hingga saat ini masih ada sebagian warga yang memilih jalan pintas dengan membuang sampah ke sungai. Padahal, dampaknya sangat besar, mulai dari pencemaran lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, hingga memicu banjir akibat saluran air tersumbat.

“Persoalan sampah ini tidak bisa diabaikan. Kesadaran setiap individu menjadi kunci utama. Kabupaten Ciamis sudah dikenal sebagai salah satu daerah yang bersih, sehingga prestasi tersebut harus dijaga bersama, bukan justru dirusak oleh kebiasaan membuang sampah ke sungai,” ujarnya. Senin, 20/7/2026

Ia mengungkapkan, sekitar 90 persen tumpukan sampah di lokasi tersebut berhasil diangkat. Jenis sampah yang paling banyak ditemukan didominasi sampah plastik, styrofoam, serta popok sekali pakai yang sangat sulit terurai.

Jojo juga mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai maupun saluran air. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kesadaran setiap warga.

Selain itu, ia menilai perlu adanya konsolidasi dan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga wilayah perbatasan untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat. Dengan langkah tersebut diharapkan tidak terjadi kesenjangan informasi dan seluruh warga memiliki pemahaman yang sama tentang pentingnya pengelolaan sampah demi menjaga lingkungan tetap bersih dan bebas dari ancaman banjir. (Dods ).