Citeureup-Kabupaten Bogor, Mediasakti.id – Ketua DPW Brigez Bogor Raya, Agwinanda Eka Nugraha yang akrab juga di panggil Aka Nando mengungkapkan, sangat menyesalkan apa yang sudah dilakukan oleh pihak PT Motiv Mulia, yang sangat tidak mendukung program Pemerintah Kabupaten Bogor, Bupati Bogor, Ade Yasin, dalam hal pembangunan yang ada dilingkup Kab Bogor, yang sudah akrab kita ketahui sebagai masyarakat Bogor, yaitu Satu Miliar untuk Satu Desa (Samisade), Citeureup, (25/12/2021).
Nando sangat menyayangkan hal itu tidak dapat dilakukan dengan sangat baik, terungkap dalam hal ini, pembayaran sudah terealisasi full secara financial oleh pihak kontraktor sebesar Rp 144.000.000; lunas, jelasnya, namun dalam pelaksanaannya, memasuki hari keempat sejak 22/12/2022 terbayar lunas, namun hingga saat ini pengiriman beton pun tidak dapat dikirim oleh pihak PT Motiv Mulia atau semen Merah Putih, yang berlokasi di Kampung jamakir, RT 01/05 Desa Sukahati Kecamatan Citeureup, Kab Bogor, imbuhnya.
Mendengar informasi tersebut, Nando menjelaskan, tentunya dirinya sangat keberatan, dan kami masyarakat diwilayah Kec. Dramaga dengan adanya keterlambatan pekerjaan jalan dalam program samisade dikabupaten Bogor, yang terdiri dari beberapa Desa yang ada dikecamatan Dramaga merupakan kesalahan dari sistem pengelolaan operasional yang tidak dilaksanakan dengan baik dan benar, sehingga oleh pihak perusahaan plan yang lalai dalam waktu pengiriman hingga 3 hari setelah PO dan Full payment yang dilakukan pihak Desa, hal itu menjadi gejolak dilingkungan tersebut, dan pihak PT Motiv Mulia atau semen Merah Putih tidak dapat memberikan penjelasan, tutur Nando.
Nando menambahkan, ketika saya mencoba untuk mendatangi lokasi tersebut, berharap ada penjelasan yang cukup baik yang dapat diterima, namun faktanya, saya sangat kecewa saat bertemu dengan Syahrul yang masih bagian dari pegawai PT Motiv Mulia/Merah Putih, dimana orang tuanya pun sebagai General manager yang bernama Cahyo di PT Motiv Mulia, ucap Syahrul dalam penyampaian nya kepada saya, dirinya juga tidak dapat memberikan penjelasan serta tidak dapat memutuskan apa yang menjadi keinginan kami.
Tujuannya lanjut Nando menjelaskan, agar kami dapat menyampaikan kepihak Desa di tiga lokasi yang sedang bergejolak, untuk dapat memahami bahwa kesalahan tersebut bukanlah dari pihak kontraktor atau pengerjaan nya, namun dari pihak PT Motiv Mulia/Merah Putihlah timbulnya permasalahan ini dan hal itu sudah diakui oleh Syahrul selaku putra dari General manager Cahyo di PT Motiv Mulia/Merah Putih.
Dan saya bersama rekan-rekan yang sudah dikaryakan oleh pihak kontraktor Kunci Indonesia, ikut merasakan dampak dari PT Motiv Mulia/Merah Putih.
Untuk dapat membantu program Bupati Bogor Samisade saya beserta tim dilapangan merasa ikut bertanggung jawab penuh sebagai pelaksanaannya dan saya sangat kecewa serta menyesalkan hal tersebut bisa terjadi sehingga hal ini berdampak dengan pekerjaan yang sedang berjalan, yang sedang kami lakukan, seolah pengerjaannya yang tidak benar dan tidak becus, tentunya hal ini sangat merugikan kami dan sangat menganggu, ungkapnya.
Dirinya menambah, atas dasar tersebutlah, akhirnya saya berupaya untuk mempertanyakan kepada PT. MOTIV MULYA/ Merah Putih Beton terkait SOP, Izin Oprasional dan bagaimana managementnya berjalan, sehingga bisa berdampak kepada kami, kami ingin PT Motiv Mulia/Merah Putih melakukan klarifikasi ke masyarakat khususnya diwilayah Kecamatan Dramaga, pintanya.
Masih dikesempatan yang sama, sebagai pelaksana dari CV Kunci Indonesia, Alexa sebagai penanggung jawab, dirinya mengungkapkan, PT Motiv Mulia atau semen Merah Putih seyogyanya harus profesional ketika kami sebagai konsumen sudah memberikan kepercayaan, sebagaimana saya melakukan tugas serta tanggung jawab saya saat dilapangan, karena saya sangat tidak ingin dari pihak Desa serta Kecamatan merasa kecewa dengan kinerja yang saya lakukan beserta tim dilapangan, ujarnya.
Dirinya ingin, lanjut Alexa menjelaskan, Prihal dengan adanya keterlambatan pengiriman tersebut, PT Motiv Mulia harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah saya alami beserta tim dilapangan, atas kesalahannya, CV Kunci Indonesia merasa sangat dirugikan, dari berbagai aspek. Ternyata bukan hanya kami yang dirugikan, namun masyarakat sekitar pun ikut serta merasa dirugikan.
Alexa menegaskan, kita lihat saat ini pendapat dari masyarakat sekitar pun tidak mendapatkan kompensasi, dengan berdirinya PT Motiv Mulia/semen Merah Putih. Selama berdiri dilingkungan ini, kontribusi apa yang sudah diberikan ke masyarakat, jangan-jangan izin warga pun belum di kantonginya, PT Motiv Mulia juga belum memiliki izin yang lainnya jelasnya ketika ditanyakan kepada Syahrul. Syahrul pun membenarkan bahwa izin resapan pun belum dimiliki PT Motiv Mulia/semen Merah Putih, pungkasnya.
Syahrul pun menjelaskan, dengan adanya miskomunikasi, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pak Alexa dan warga masyarakat dilingkungan ini, saya akan upayakan dihari Senin 27/12/2022 untuk dapat menyampaikan apa yang menjadi keluhan serta keinginannya kepada pimpinan saya, tegas Syahrul kepada Alexa didepan pihak Desa Sukahati Boby sebagai staff kepala desa, terangnya.
Jurnalis : Jon Piter
Terima kasih telah membaca Mediasakti.id
Dapatkan Informasi, Inspirasi dan Insight di email kamu.
Daftarkan email























