Beranda Regional Priangan Timur Harga Pertamax Ron 92 Naik Dari Rp, 9000 Jadi 12,500, Ini Kata...

Harga Pertamax Ron 92 Naik Dari Rp, 9000 Jadi 12,500, Ini Kata Humas DPC Hiswana Garut.

805

Garut, Mediasakti.id,- harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax Ron 92 mengalami kenaikan harga, dari Rp. 9000 kini menjadi Rp,12,500,-

Demikian juga hal itu dibenarkan Humas DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Evi Hartaz Alvian, ia mengatakan, memang betul bahwa, per hari itu tadi jam 00 dini hari wib, Pemerintah sudah menaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax Ron 92 yaitu dari Rp. 9.000 menjadi Rp12.500, ya. Cukup signifikan sekali. Tetapi, mungkin Pemerintah juga mempunyai alasan-alasan tertentu, dan kami tidak bisa mempengaruhi itu. Kami ini adalah hanya himpunan pengusaha minyak dan gas Kabupaten Garut”. kata Evi kepada Wartawan.Jumat (01/04/2022)

Masih kata Evi, kami hanya mendistribusikan, dan melaksanakan program pemerintah serta keputusan-keputusan pemerintah. Termasuk kenaikan harga seperti yang terjadi mulai malam tadi, dari 9 Ribu sampai dengan 12.500 rupiah untuk Pertamax Ron 92.

Peran Hiswana sendiri adalah, kita berupaya untuk memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa, memang minyak dunia itu kita sudah tahu semua lah, dan DPR RI juga sudah paham tentang hal itu bahwa yang memang minyak dunia itu ada kenaikan yang sangat drastis.

“kita memberikan pendekatan dengan komunikasi, dan informasi informasi yang tentunya itu sudah langsung di instruksikan oleh pemerintah, dalam hal ini Pertamina”

kalau pun ada pilihan -pilihan atau keinginan dari pada masyarakat itu semua sama,dan itu termasuk kebijakan – kebijakan pemerintah. Karena memang Pemerintah ini sekarang sudah mengarah kepada pemakaian bensin yang ramah lingkungan, dan Pertamax ini salah satu BBM yang ramah lingkungan”, ujarnya

Mengenai isu premium dan pertalit akan hilang, Evi menjelaskan, kita tidak punya kewenangan untuk menyampaikan karena hal itu wewenang dan kebijakan pemerintahan pusat. Hiswana ini adalah hanya Asosiasi pengusaha di bidang minyak bumi dan gas.

Lebih lanjut Evi menuturkan, Kalau gas non subsidi memang benar itu juga ada kenaikan ya, untuk HET yang 5,5 kg itu HET nya 88 Ribu, untuk yang 12 kg harga eceran tertinggi nya Rp.180, dan untuk yang 50 kg 991Ribu, itu untuk harga eceran tertinggi.

Sedangkan gas yang diluar subsidi itu kita tidak dibatasi baik, untuk BBM yang tidak bersubsidi atau gas yang tidak bersubsidi itu sesuai dengan keperluan, berapa pun masyarakat membutuhkan itu kita sediakan. Kalau LPG 3 kg subsidi untuk beberapa bulan ini mulai Desember – November – Desember – Januari ini di Kabupaten Garut ini ada istilah banjir ya”tuturnya

Maka bila ada, misalkan temen – temen menyebut bahwa ada kelangkaan,itu Saya jamin bahwa itu bohong (hoax). Karena memang dengan 1,7 juta perbulan ditambah sekarang ini dengar – dengar adanya yang masuk di luar Garut, dan dari daerah-daerah lain pasti banjir lah dimana – mana”, katanya.

Kalau mengenai penambahan kuwota,sebut Evi, kalau Het nya tetap 16 Ribu,penambahan kuota untuk fakultatif itu tetap ada, walaupun banjir tetap ada. Cuman bisa diatur, dulu itu sampai dengan 300 – 400 persen ya sekarang ini hanya 150000 Metrik ton atau kalau dalam bentuk tabung ini kita hanya ada fakultatif 50000 tabung penambahannya.

Saya kira dengan 50.000 tabung juga sudah banjir untuk di bulan Ramadhan ini, dan itu tidak termasuk pakultatif nanti waktu menghadapi hari raya Idul Fitri. Beda lagi.” tandasnya. (Red@03)