Beranda Bisnis Sinergi Jadi Energi : Saat UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Sinergi Jadi Energi : Saat UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

595

Mediasakti.id ,-

Cerita Baru UMKM di Era Serba Online
Kalau kamu sempat ke Tanah Abang beberapa tahun lalu, pasti tahu betapa ramainya suasana di sana. Suara pedagang menawarkan dagangan, ratusan pembeli berlalu-lalang, dan aroma khas kain baru yang memenuhi udara. Tapi coba datang sekarang, suasananya berubah.Bukan karena orang berhenti berbelanja. Tapi karena pola belanjanya berpindah ke layar ponsel. Dari menjajakan produk di kios, kini pedagang berpindah ke layar, menyapa pembeli melalui berbagai kanal live marketplace.

Sekarang cukup scroll , klik, dan bayar non tunai, barang pun dikirim ke rumah. Fenomena ini bukan sekadar kisah tentang pusat grosir yang sepi. Ini adalah potret nyata bagaimana pola konsumsi dan transaksi Indonesia telah berubah. Digitalisasi membuat pasar berpindah, dari lorong-lorong toko ke layar-layar smartphone.

Terbukti dari data, nilai transaksi e-commerce di Indonesia meningkat dari sekitar Rp 205,5 triliun pada tahun 2019 menjadi sekitar Rp 487 triliun pada tahun 2024. Bahkan pasar e-commerce Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh menuju sekitar Rp 738 triliun pada tahun 2025. Hal ini terlihat bahwa digitalisasi bukan hanya tren, namun sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.

Etalase Sekarang Ada di Genggaman
Dulu, punya toko fisik di pusat perbelanjaan adalah simbol kesuksesan. Sekarang? Punya toko online di marketplace dengan ribuan pengikut justru jadi prestasi baru.

Digitalisasi membuat semuanya terasa lebih dekat dan cepat. Konsumen tidak perlu antri atau tawar-menawar langsung. Penjual pun bisa memasarkan produk ke seluruh Indonesia bahkan dunia, cukup dari gawai di tangan.

Bank Indonesia mencatat, nilai transaksi ekonomi digital tahun 2023 menembus Rp1.300 triliun. Gede banget kan? dan yang bikin bangga, sekitar 40 juta merchant sudah memakai QRIS , dengan 92% di antaranya UMKM lokal.

Peluang Emas di Tengah Perubahan

Bagi sebagian orang, dunia digital mungkin terasa rumit, membuat akun toko online , mengatur konten, belajar promosi. Tapi kenyataannya, yang berani coba panen hasilnya.

Data menunjukkan, UMKM yang go digital bisa naik omzet hingga 40%. Mereka tidak lagi sekedar menunggu pembeli datang, tapi aktif menjemput pelanggan lewat layar smartphone. Biaya promosi jadi lebih murah, interaksi semakin luas, dan efisiensi meningkat.

Dulu, etalase hanya bisa dilihat dari jalan. Kini, cukup dengan akun dan foto produk, toko bisa tampil di layar jutaan orang. Diperkuat dengan berilan, peluang pembeli datang pun semakin terbuka lebar. Sederhananya, namun dampaknya luar biasa, baik bagi pelaku usaha, maupun bagi ekonomi nasional yang semakin inklusif dan dinamis.

Sinergi dan Inovasi Wujudkan Ekosistem Digital yang Kuat
Supaya transformasi ini berjalan lancar, diperlukan ekosistem digital yang memadai, antara lain teknologi, kebijakan, dan kolaborasi. Dalam hal ini Pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Industri mengambil peran besar sebagai arsitek sistem pembayaran nasional yang inklusif dan aman. Berbagai inovasi yang dilahirkan BI, seperti QRIS
( Quick Response Code Indonesian Standard ) yang menyatukan berbagai metode pembayaran dalam satu standar dan memudahkan merchant kecil dan BI-FAST yang memungkinkan transfer antarbank real-time dengan biaya yang efisien.

Negara memastikan bahwa digitalisasi tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan merata. Sistem pembayaran yang kuat membuat UMKM tidak hanya menerima pembayaran digital tetapi juga tercatat dengan baik.

FEKDI 2025: Panggung Kolaborasi dan Akselerasi Transformasi digital tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Ia membutuhkan kolaborasi: antara pemerintahan, industri, UMKM, start up , hingga masyarakat. Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2025 hadir

Dengan tema “Sinergi dan Inovasi untuk Akselerasi Transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia” kegiatan ini mempertegas komitmen seluruh pihak dalam membangun ekosistem digital yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan hadir sebagai momentum nasional.

FEKDI x IFSE 2025 akan menjadi tempat penampilan inovasi seperti QRIS Tap In/Tap Out untuk transportasi, talkshow terkait kecerdasan buatan dan blockchain yang menarik, serta showcase teknologi digital di sektor pariwisata dan UMKM. Menyediakan ruang bagi masyarakat untuk belajar, berjejaring, dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari ekonomi digital yang lebih besar.

Digitalisasi: Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif
Transformasi digital membuka jalur bagi siapa saja, bukan hanya perusahaan besar. Dari warung kecil di kota hingga pengrajin di desa, semua punya kesempatan yang sama untuk berkembang. Ketika transaksi bisa dilakukan dari ponsel, waktu dan lokasi bukan lagi hambatan. Inilah inklusif ekonomi sesungguhnya.

Bank Indonesia terus mendorong agar fondasi digital semakin kuat, sehingga pertumbuhan digital tidak hanya cepat, namun juga berkelanjutan dan aman. Karena di era baru ini, mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia bukan lagi sekedar modal besar, tetapi kemampuan untuk beradaptasi, berinovasi, dan berkolaborasi.

Ayo Jadi Bagian Perubahan
Sekarang saatnya bukan hanya menyaksikan, tapi ikut bergerak. Mulai dari langkah sederhana: menerima pembayaran digital atau mendukung UMKM lokal yang telah go digital dan jangan melewatkan kesempatan untuk berpartisipasi di FEKDI x IFSE 2025 di JICC, Senayan, Jakarta. 30 Oktober – 1 November 2025, gratis dan terbuka untuk umum!

Karena masa depan ekonomi digital Indonesia bukan hanya soal arus teknologi, tetapi tentang kita semua yang bergerak bersama menuju Indonesia Emas 2045. ( Redaksi / Muller ).