Beranda Regional Priangan Timur 561 Rumah Warga Ciamis Dibedah, Bupati Herdiat Tegaskan Bantuan Harus Tepat Sasaran

561 Rumah Warga Ciamis Dibedah, Bupati Herdiat Tegaskan Bantuan Harus Tepat Sasaran

67

Ciamis, Mediasakti.id ,-

Sebanyak 561 rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Kabupaten Ciamis mendapat alokasi Program Bedah Rumah Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Penyerahan buku tabungan kepada para penerima manfaat dilakukan Jumat (21/8/2026). Program ini diharapkan menjadi langkah nyata memperbaiki kualitas hunian masyarakat agar lebih layak, aman dan sehat.

Namun, Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya mengingatkan penerima manfaat agar tidak keliru menggunakan bantuan. Ia menegaskan, dana yang diterima harus benar-benar dipakai untuk memperbaiki rumah.

“Bantuan ini harus digunakan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai ketentuan. Kalau bantuan tahap pertama ini dimanfaatkan dengan benar, tentunya akan mempermudah tahapan berikutnya,” tegas Herdiat.

Menurutnya, keberhasilan Program Bedah Rumah bukan sekadar soal bantuan tersalurkan. Ukuran utamanya adalah rumah penerima benar-benar diperbaiki dan manfaatnya dirasakan langsung oleh keluarga penerima.

Herdiat menegaskan Program Bedah Rumah merupakan bantuan stimulan, bukan pembiayaan penuh. Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya menunggu bantuan pemerintah, tetapi ikut bergerak melalui swadaya dan gotong royong.

“Ini bantuan stimulan, bantuan pemerintah yang memancing peran serta masyarakat, baik gotong royong maupun swadaya,” katanya.

Ia menilai semangat gotong royong menjadi kekuatan penting Ciamis, terutama ketika kemampuan anggaran pemerintah daerah menghadapi keterbatasan.

“Saya bangga menjadi orang Ciamis. Masyarakatnya punya semangat juang dan gotong royong yang luar biasa. Di tengah APBD yang defisit, kebersamaan ini menjadi kekuatan,” tuturnya.

Herdiat juga menegaskan penanganan Rutilahu merupakan salah satu program prioritas Pemkab Ciamis. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, ia mengaku kerap turun langsung ke lapangan.

“Rutilahu adalah program prioritas kami. Biasanya saya suka door to door, saya serahkan langsung. Ini penting untuk memastikan bantuan betul-betul sampai dan betul-betul bisa direalisasikan,” ungkapnya.

Pada 2026, Ciamis memperoleh alokasi 561 unit rumah. Setiap penerima mendapatkan bantuan Rp20 juta, dengan rincian Rp17,5 juta untuk material dan Rp2,5 juta untuk upah kerja.

Dari total tersebut, 201 unit sudah masuk tahap pelaksanaan, sedangkan 360 unit masih dalam proses verifikasi.

Pemkab Ciamis menargetkan seluruh rumah penerima bantuan dapat segera direhabilitasi dan diselesaikan hingga akhir 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan hunian yang layak sekaligus mendukung target nasional pembangunan tiga juta rumah.

Pemkab Kejar Tambahan Bantuan
Bupati Herdiat menyadari alokasi 561 unit belum mampu menuntaskan seluruh persoalan Rutilahu di Ciamis. Karena itu, Pemkab Ciamis terus memperjuangkan tambahan dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.

“Kita terus berupaya melalui kolaborasi semua pihak, pendanaan dari APBN, APBD provinsi, kabupaten, terus berusaha untuk mengurangi jumlah Rutilahu di Kabupaten Ciamis,” katanya.

Ia berharap jumlah bantuan untuk Ciamis terus meningkat pada tahun berikutnya.

“Harapannya, alokasi ke depannya untuk Kabupaten Ciamis, baik dari pusat maupun provinsi, bisa terus meningkat,” ujarnya.

Camat dan Kades Harus Turun Tangan
Herdiat juga meminta camat dan kepala desa tidak sekadar mengurus administrasi program. Mereka harus ikut menggerakkan masyarakat agar gotong royong benar-benar berjalan.

“Camat dan kepala desa diharapkan dapat membantu menggerakkan masyarakat di sekitarnya untuk bergotong royong,” pesannya.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar penanganan Rutilahu tidak berjalan lambat akibat keterbatasan anggaran.

Sementara itu, salah seorang penerima manfaat, Nanang Heryana, warga Dusun Lawong, Desa Pusakanagara, Kecamatan Baregbeg, mengaku bersyukur mendapat bantuan tersebut.

“Alhamdulillah, saya menerima dengan baik. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat,” ujarnya.

Nanang mengakui bantuan Rp20 juta masih membutuhkan dukungan tambahan. Namun, ia optimistis kekurangan tersebut dapat ditutupi melalui gotong royong warga.

“Kalau melihat nominalnya memang masih ada kekurangan. Masyarakat biasanya ikut gotong royong. Insyaallah untuk masyarakat di sini siap membantu,” katanya.

Program Bedah Rumah 2026 di Ciamis pun diharapkan tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Rumah harus benar-benar dibedah, bantuan harus tepat sasaran, dan gotong royong harus kembali menjadi kekuatan utama masyarakat. ( Dods ).