Kabupaten Brebes, MediaSakti.id,- Puluhan hektare sawah masyarakat yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikuya Dukuh Karang Gempol Desa Cinanas Kecamatan.
Bantar Kawung Kabupaten Brebes, hilang diakibatkan tergerusnya air Sungai Cikuya.
Peristiwa Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, telah mengakibatkan pinggiran sungai Cikuya mengalami abrasi parah. Badan sungai jadi melebar dan menghabisi areal persawahan masyarakat/warga.
“Secara kumulatif, sedikitnya 25 sawah /masyarakat/warga hilang, gara-gara tergerusnya arus Sungai Kuya, yang mengalami banjir besar dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir,” kata tokoh pemuda setempat, Pranoto (36), kepada awak Media, Sabtu 27 Mei 2022.
Menurutnya, Kali Kuya yang semakin melebar, itu, seolah telah berpindah ke lahan persawahan masyarakat/warga. Dan jika tak ada upaya penanganan yang cepat dari Pemerintah setempat, maka dikhawatirkan akan semakin melebar hingga memotong jalan, jelasnya.
“Kalau gak segera ditangani, takutnya akan terus menghabiskan sawah lainnya. Bahkan, bisa juga memotong hingga ke jalan,” ujarnya.
Hal serupa dikatakan warga lainnya Agus (40), juga membenarkan, jika banyaknya sawah yang hilang tergerusnya kali kuya. Menurutnya dulu, jarak sawah cukup lebar hingga ujung Namun, saat ini sungai tersebutpun sudah mendekati perkampungan, tuturnya.
“Kerusakan bantaran sungai Kuya tersebut, akibat cuaca ekstrim berupa hujan deras hingga mengakibatkan banjir besar. Air sungai pun meluap, dan meluluh lantakkan seluruh areal persawahan warga.
Warga berharap, adanya upaya Pemerintah dalam hal menangani persoalan yang menimpa sawah tersebut. Sebab, sawah di kampung tersebut dianggap sebagai mata pencarian sehari-hari serta kehidupan masyarakat/warga setempat.
“Harusnya pinggiran kali dipelur atau ditebingkan, dari mulai jembatan sampai ke hulu samping Kampung mlewong,” harapnya.
Petani yang bernasib sama juga mengemukakan hal yang sama, Ino (48) menuturkan jika sejumlah warga lainnya tidak memiliki sawah lagi, gara-gara sawahnya sudah berubah menjadi bantaran kali.
“Selain sungainya melebar, juga menjadi bercabang, dan untuk mengantisipasi kondisi itu, tentunya harus dilakukan normalisasi sungai dan pembuatan beronjong, kalau tidak, maka seluruh sawah masyarakat didaerah ini bakal berubah fungsi menjadi sungai,” pungkasnya. (Jp/*)
Terima kasih telah membaca MediaSakti.id.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email























