Ciamis , Mediasakti.id ,-
Dalam rangka mempererat kebersamaan bersama awak media, Polres Ciamis menggelar kegiatan touring dan ngobras (ngobrol asik, ngobrol santai, sareng Kapolres) dengan rute Astana Gede Kawali dan Bukit Baros, Sabtu (6/12/2025). Kegiatan ini juga menjadi bagian dari cek kesiapan jalur Operasi Lilin Lodaya 2025 di wilayah hukum Polres Ciamis.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K. menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan situs-situs bersejarah di Kawali, Kabupaten Ciamis. Kawasan ini dikenal sebagai tempat peristirahatan para raja dan tokoh penting Kerajaan Sunda, termasuk Prabu Siliwangi dan keturunannya, Ratu Diah Pitaloka.
“Kita lihat ada beberapa makam, baik itu Prabu Siliwangi yang pertama sampai dengan anaknya, Ratu Diah Pitaloka. Inilah yang harus kita pelajari. Kita tahu bahwa Indonesia ini luar biasa kaya, terutama dengan sejarah yang dimilikinya—mulai dari Kerajaan Sunda, Majapahit, hingga Sriwijaya,” ungkap Kapolres.
Ia menegaskan bahwa situs-situs tersebut tidak hanya menjadi jejak sejarah, tetapi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai cagar wisata budaya yang dapat menarik minat masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.
“Di sini kita mengenalkan kembali sejarah kepada anak cucu kita. Harusnya ada kurikulum atau kegiatan ekstrakurikuler populer di sekolah agar anak-anak lebih mengenal sejarah, apalagi tempat penting ini berada di Ciamis, di Kawali. Ini sebuah keberuntungan bagi kita memiliki situs raja-raja di Jawa Barat,” lanjutnya.
Kapolres juga menyoroti nilai filosofis yang terkandung dalam prasasti beraksara Sunda kuno yang terdapat di kawasan tersebut.
“Ini untuk mengenang sejarah kita, mengetahui silsilah nenek buyut kita, dan melestarikannya sebagai pelajaran. Kita mengambil filosofi-filosofi yang baik dari aksara Sunda asli. Kita mencoba menjadikan sejarah dan kebudayaan ini sebagai sesuatu yang membanggakan bagi generasi kita ke depan,” ujarnya.
Kapolres berharap keberadaan situs Kerajaan Sunda di Kawali dapat terus dijaga, dilestarikan, serta dimanfaatkan secara edukatif dan kultural. Menurutnya, pelestarian sejarah merupakan bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus investasi nilai bagi generasi yang akan datang. ( Dods ).























