Oleh: H.M.S.Pelu, M.Pd.(GB)/Pemerhati Sosial dan Budaya
Kabar mengejutkan datang bagi saudara-saudara kita yang paling membutuhkan. Penghapusan jutaan peserta *BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran)* secara mendadak bukan hanya soal administrasi, tapi soal *HAK UNTUK BERTAHAN HIDUP.*
*Fakta Pahit di Lapangan:*
* *Akses Kesehatan Terputus:* Rumah sakit mulai sepi bukan karena rakyat sehat, tapi karena rakyat miskin takut berobat karena status BPJS-nya dinonaktifkan secara sepihak.
* *NyawaTerancam:* Bagaimana nasib saudara kita yang butuh cuci darah rutin atau pengobatan kronis jika tiba-tiba sistem menolak mereka?
* *Kemiskinan “Dihapus” di Atas Kertas:* Mengurangi angka kemiskinan dengan cara menghapus daftar bantuan adalah manipulasi yang nyata. Rakyat dipaksa “naik kelas” secara paksa tanpa peningkatan ekonomi yang nyata.
*Tuntutan Kita Bersama:* Kesehatan adalah amanat UUD 1945. Negara tidak boleh mengalihkan anggaran keselamatan nyawa rakyat demi ambisi program lain yang belum teruji urgensinya.
*Kami Menuntut Pemerintah:*
* 1. *Aktifkan Kembali* seluruh kepesertaan BPJS PBI yang dihapus tanpa verifikasi faktual yang transparan.
* 2. *Hentikan Permainan Data:* Kemiskinan tidak selesai dengan menghapus nama dari sistem, tapi dengan pemberdayaan dan jaminan kesehatan yang pasti.
* 3. *Prioritaskan Kesehatan di atas Pencitraan:* Nyawa rakyat tidak bisa menunggu “Omon-Omon” atau janji program masa depan.
*JANGAN BIARKAN ORANG MISKIN DILARANG SAKIT!* Mari kita bersuara sebelum giliran saudara atau tetangga kita yang menjadi korban sistem yang tidak berpihak pada kaum lemah.
Redaksi
#PulihkanBPJSRakyat #KesehatanHakRakyat #JanganMainkanData #RakyatMiskinDilarangSakit #KeadilanSosial.























