Beranda Regional Priangan Timur KLH Pilih Ciamis Jadi Lokasi Belajar KELANA, Gerakan Masyarakat Jadi Kunci Prestasi...

KLH Pilih Ciamis Jadi Lokasi Belajar KELANA, Gerakan Masyarakat Jadi Kunci Prestasi Lingkungan

29

Ciamis, Mediasakti.id ,-

Kabupaten Ciamis kembali mendapat pengakuan atas komitmennya dalam menjaga lingkungan. Kali ini, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memilih Tatar Galuh sebagai salah satu lokasi pembelajaran Program KELANA (Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda), yang mengajak generasi muda belajar langsung tentang pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Jum’at, 7/8/2026

Sebanyak 13 pelajar dari 13 sekolah di wilayah Jabodetabek bersama Putri Indonesia Lingkungan 2026, Victoria Veronica Titisari Kosasieputri, mengunjungi sejumlah lokasi pengelolaan lingkungan di Ciamis. Mereka mempelajari pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, hingga berbagai inovasi yang mengantarkan Ciamis meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional.

Koordinator Kelompok Kerja Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup, Romi Setiawan, mengatakan Ciamis dipilih karena memiliki rekam jejak yang baik dalam pengelolaan lingkungan.

Selain berhasil mempertahankan Adipura hingga meraih Adipura Kencana, Ciamis juga memperoleh penghargaan ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award. Namun, menurut Romi, yang paling menarik adalah tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Kami mengajak anak-anak muda melihat langsung praktik baik yang dilakukan pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas lingkungan, hingga para penerima Kalpataru. Ciamis menjadi salah satu daerah yang layak dipelajari karena kekuatan pemberdayaan masyarakatnya,” ujarnya.

Menurut Romi, keberhasilan menjaga lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama yang membuat berbagai program lingkungan mampu bertahan.

Ia mengaku terkesan dengan kondisi Ciamis yang bersih dan minim sampah sejak rombongan memasuki wilayah tersebut.

“Virus baik seperti ini jangan berhenti di Ciamis. Harus menyebar ke daerah lain. Ciamis membuktikan bahwa daerah yang tidak ditopang industri besar tetap mampu berprestasi berkat kekuatan masyarakat,” katanya.

Program KELANA edisi ketiga ini merupakan perjalanan edukasi selama delapan hari tujuh malam dengan rute Jakarta, Ciamis, Banyumas, Yogyakarta, hingga Magelang. Para peserta mempelajari berbagai praktik terbaik, mulai dari program Adipura, Kalpataru, PROPER, pengelolaan sampah, hingga pemberdayaan masyarakat.

Romi berharap seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan di sekolah maupun lingkungan tempat tinggalnya serta menyebarkan semangat menjaga lingkungan kepada generasi muda lainnya.

Salah satu lokasi yang dikunjungi peserta adalah TPS 3R Kartini di Desa Imbanagara Raya, Kecamatan Ciamis. Di tempat ini mereka melihat secara langsung proses pengolahan sampah organik dan anorganik hingga memiliki nilai ekonomi.

Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis, Aris Taufik Abadi, menjelaskan TPS 3R Kartini dilengkapi berbagai fasilitas pengolahan, mulai dari mesin press, mesin pengolahan plastik hingga ruang pengolahan sampah organik.

Menurut Aris, keberhasilan sistem tersebut bukan hanya karena fasilitas yang tersedia, tetapi juga karena masyarakat telah terbiasa memilah sampah sejak dari rumah.

“Masyarakat sudah melakukan pemilahan sampah dari sumbernya. Itu yang membuat proses pengolahan di TPS menjadi lebih mudah dan efektif,” jelasnya.

Pengelolaan sampah di kawasan tersebut juga terintegrasi dengan kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT), sehingga mampu mendukung pertanian sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

Aris menegaskan, berbagai penghargaan yang diraih Ciamis lahir dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Penghargaan bukan tujuan akhir. Yang paling penting adalah menjaga budaya masyarakat agar tetap peduli terhadap lingkungan. Pengelolaan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus menjadi gerakan bersama,” tegasnya.

Kunjungan Program KELANA menjadi bukti bahwa prestasi lingkungan Kabupaten Ciamis bukan sekadar deretan penghargaan, melainkan hasil nyata dari kolaborasi dan kesadaran masyarakat yang terus dijaga secara berkelanjutan. ( Dods ).