Cibinong-Kabupaten Bogor, Mediasakti.id – Bupati Bogor, Ade Yasin mengikuti kegiatan Kopdar Jabar bersama Gubernur dan Bupati serta Walikota se-Jawa Barat, di Highland Sentul, Babakan Madang, Selasa (30/11/2021). Ade Yasin berharap pertemuan Kopdar Jabar ini memberikan semangat baru bagi integrasi penataan dan solusi permasalahan lintas kawasan. Beberapa hal terkait penataan dan penanganan masalah lintas wilayah dijelaskan oleh Ade Yasin pada acara Kopdar tersebut.
Hadir pada acara Kopdar tersebut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Prof.dr. Komarudin Hidayat, Sekda Jabar, Aspemkesra Provinsi Jabar, kepala daerah se-Jawa Barat. Perwakilan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Presiden Komisaris Sentul City, President Director Of Astrazeneca Indonesia.
Bupati Bogor, Ade Yasin menjelaskan, yang pertama, terkait masalah kemacetan di jalur Puncak yang fenomenal. Terbangunnya jalur puncak dua merupakan pilihan logis untuk memecah kepadatan lalu lintas.
“Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kabupaten Cianjur dengan dukungan komisi V DPR RI, konsisten untuk mendorong pembangunan jalur Puncak dua agar dan berharap mendapatkan dukungan penuh dari Pemprov Jabar dan Pemerintah Pusat,” kata Ade Yasin.
Berikutnya, kami warga Kabupaten Bogor rindu jalan tambang Parung Panjang– Gunung Sindur dapat segera terealisasi. Saat ini, kejadian kecelakaan sudah berkurang karena adanya pembatasan mobilitas truk. Truk siang dilarang beroperasi jadi tidak terlalu beriringan dengan orang ke sekolah dan ke pasar.
“Namun karena menunggu jam beroperasi, banyak kendaraan tambang parkir di pinggir jalan, sehingga menimbulkan masalah kemacetan, jalan menyempit setengahnya. Harapan kami, semoga jalan tambang ini dapat segera terwujud,” ujar Ade.
Selanjutnya, kata Ade Yasin, alhamdulillah, pertama kalinya di Kabupaten Bogor tidak ada kasus covid-19 baru. Tidak ada kasus baru covid-19 berdasarkan data per 29 November 2021 yang dikeluarkan oleh NAR (New All Record). Dalam hal percepatan vaksinasi covid- 19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin menjelaskan, per 29 November 2021 dosis pertama 2.390.150 atau setara 56,56 %, dosis kedua 1.750.560 atau setara 41,43 %, dosis ketiga 12.827 atau setara 96,53 %. Total tercapai 4.153.537 atau setara 49,15 %, untuk lansia dosis 1 sudah 44,56%.
“Namun Kabupaten Bogor masih berada pada PPKM level 3, padahal seharusnya sudah bisa turun ke level 1. Sebab target awal vaksinasi 4,2 juta penduduk itu dihitung dari 6 juta penduduk. Sehingga seharusnya dengan 5,42 juta penduduk targetnya vaksinasi kita 3,78 juta penduduk,” ucap Ade.
Semestinya, lanjut Ade, ada kelonggaran dalam berusaha, baik dari sektor ekonomi maupun pariwisata. Untuk itu kami sudah membuat surat yang ditujukan kepada Gubernur Jabar sebagai ketua Satgas provinsi. Mohon agar merevisi target vaksinasi Kabupaten Bogor dengan tembusan ke pemerintah pusat.
Ade yasin juga mengungkapkan, sebagai bentuk penghargaan Pemkab Bogor terhadap guru, kami memperjuangkan proses penetapan guru honorer untuk diangkat sebagai Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Terdapat 10.082 guru honorer, yang telah lulus P3K 2019 sebanyak 1.112 dan lulus P3K tahun 2021 sebanyak 1.319.

“Sekarang ternyata penambahan P3K, yang memang haknya sama dengan PNS. Tapi akhirnya ini harus ditanggung oleh kita. Jadi akhirnya beban pemerintah kabupaten dan kota itu bertambah. Harus mikirin insentif nakes, harus mikirin juga hak P3K. Barangkali kita bisa membahas bagaimana solusinya. Supaya daerah tidak pusing mikirin hal hal seperti ini. Karena tidak mungkin P3K sudah diangkat kita balikan lagi jadi honorer. Jadi ini yang jadi persoalan karena Kabupaten Bogor itu ribuan jumlahnya,” ungkap Ade Yasin.
Terakhir Ade menyampaikan, terima kasih juga kepada Gubernur, sungai Citarum alhamdulillah sudah beres, kini sudah luar biasa, ini juga mengalir ke Kabupaten Bogor. Kami juga pernah mengirim surat kepada Presiden untuk memperlakukan sungai Ciliwung sama dengan sungai Citarum. Kabupaten Bogor sebagai daerah hulu, menjadi wilayah resapan air yang mendukung fungsi konservasi kawasan. Sungai Ciliwung dan Cisadane yang sangat kita harapkan kedepan bisa bertransformasi seperti sungai Citarum harum.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan terima kasih kepada kepala daerah yang sudah mendukung, menunjukan kalau kita kompak, satu arahan, bersemangat. Karena tidak ada kemenangan tanpa kebersamaan, tidak ada kejayaan tanpa kekompakan, semua harus se-iya, se-kata. Inilah pentingnya kegiatan Kopdar Kepala Daerah se-Jabar, agar kita selalu seiya dan sekata.
“Di Jawa Barat alhamdulillah tidak pernah ada kepala daerah ribut – ribut, antara bupati walikota dengan gubernurnya, atau sesama bupati dan walikota. Karena kami selalu ngobrol seperti forum Kopdar ini. Sehingga kalau ada permasalahan, kita selesaikan dengan baik,” tandas Ridwan Kamil.
Soal jalan tambang Parung Panjang-Gunungsindur, jelas Ridwan Kamil, studinya sudah beres, visibilitynya baik artinya sisi bisnisnya juga baik. Sekarang kami sedang mencari investasinya, karena modelnya bisa oleh swasta terhadap swasta. Mudah-mudahan kalau tidak ada halangan dalam hitungan bulan ada investornya. Setelah itu bisa dilakukan pengerjaan, ini sesuai komitmen Bupati Bogor dan Pemprov Jabar untuk mengatasi permasalahan yang sudah berlangsung bertahun-tahun dan merenggut banyak jiwa.
Acara Kopdar dimulai dengan penanaman pohon, Ridwan Kamil menuturkan, kita tidak bisa menolak fakta, semakin banyaknya penduduk Jawa Barat, yang jumlahnya hari ini mencapai hampir 50 juta jiwa. Hal ini mengakibatkan kebutuhan menyeimbangkan ekosistem. Maka di Jawa Barat, harus dibalik, kalau Deforestasi artinya mengurangi pohon, kalau di Jawa Barat berlomba – lomba menanam pohon. Jadi saya titip, sukseskan forestasi ini, tolong populerkan program penanaman pohon.
“Selanjutnya, menyambut kehidupan pasca covid, semua harus semangat, dari Depok sampai Pangandaran atau dari barat sampai timur, kemudian dari Karawang sampai Garut Selatan kita kompak, insyaallah Jabar juara. Jawa Barat bisa menjadi pusat investasi level Asean. Terjemahkan hasil diskusi yang muncul, ke dalam kebijakan masing-masing. Ikuti arahan masa depan ekonomi Jawa Barat yang merespon perubahan dunia, saya yakin dalam hitungan 10 tahun kita akan tumbuh luar biasa,” kata Ridwan Kamil.
Jurnalis : Jon Piter/Red
Terima kasih telah membaca Mediasakti.id
Dapatkan Informasi, Inspirasi dan Insight di email kamu.
Daftarkan email























