Tasikmalaya, Mediasakti.id ,-
Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Kecamatan Cibeureum, Tasikmalaya Kota tahun 2025 berlangsung lancar dan mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah serta orang tua siswa. Kegiatan yang menyasar siswa SD dan SMP ini berhasil mencapai angka yang cukup tinggi, baik untuk imunisasi Measles Rubella (MR) maupun Human Papillomavirus (HPV).
Hal tersebut disampaikan oleh Ai Lilis, salah satu tenaga kesehatan yang terlibat dalam program imunisasi. Ia mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan BIAS dapat berjalan sesuai harapan. “Alhamdulillah, pelaksanaan BIAS tahun ini berjalan dengan lancar. Kerjasama dari pihak sekolah sangat baik, begitu juga penerimaan dari orang tua. Dukungan ini menjadi kunci kelancaran kegiatan,” ujarnya.
Ai Lilis menjelaskan, sasaran BIAS tahun ini adalah siswa kelas 1 SD, kelas 5 SD, dan kelas 9 SMP. Vaksin MR diberikan untuk siswa kelas 1 SD, sedangkan vaksin HPV diberikan kepada siswi kelas 5 SD dan kelas 9 SMP. “Untuk kelas 1 SD, vaksin MR diberikan sebagai pencegahan penyakit campak dan rubella. Sedangkan vaksin HPV diberikan untuk pencegahan kanker serviks, penyakit yang saat ini banyak digencarkan upaya pencegahannya,” jelasnya.
Berdasarkan data capaian, imunisasi MR sudah menyentuh 82 persen dari total sasaran 554 siswa kelas 1 SD. Sebagian kecil siswa belum menerima imunisasi karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan saat pelaksanaan. “Anak-anak yang belum divaksin karena sakit tetap akan kita lakukan sweeping agar seluruh target bisa tercapai,” tambahnya.
Sementara itu, capaian imunisasi HPV di Kecamatan Cibeureum lebih menggembirakan meski terdapat keterbatasan pasokan vaksin dari pemerintah. Dari total kebutuhan, vaksin yang tersedia hanya sekitar 70 persen, namun pelaksanaan tetap optimal. “Untuk kelas 5 SD, capaian sudah mencapai 89 persen, sementara di SMP kelas 9 dari total 279 sasaran, sebagian besar sudah menerima imunisasi. Saat ini tersisa sekitar 22 anak lagi yang menunggu jadwal sweeping,” terang Ai Lilis.
Ia juga menyampaikan bahwa pemberian vaksin HPV untuk kelas 9 SMP merupakan program kejar. Pasalnya, beberapa siswa saat duduk di bangku SD belum sempat mendapatkan vaksin tersebut. “Kalau tahun kemarin diberikan dua dosis, yaitu di kelas 5 dan kelas 6 SD. Namun untuk tahun ini cukup satu kali dosis saja. Jadi untuk siswa kelas 5 SD diberikan reguler, sementara siswa kelas 9 SMP diberikan sebagai dosis kejar,” paparnya.
Dengan capaian yang cukup baik ini, pihaknya optimistis target imunisasi di Kecamatan Cibeureum dapat terus meningkat. Lilis berharap agar pelaksanaan BIAS berikutnya dapat berjalan lebih maksimal, baik dari sisi distribusi vaksin maupun kondisi kesehatan anak-anak. “Harapan kita, ke depan baik vaksin yang tersedia maupun anak-anak yang menjadi sasaran semuanya bisa 100 persen tercapai. Anak-anak sehat, vaksin lengkap, sehingga mereka terlindungi dari penyakit menular yang berbahaya,” pungkasnya.
Melalui BIAS, pemerintah terus berupaya memperkuat perlindungan kesehatan anak sejak usia sekolah. Capaian imunisasi di Kecamatan Cibeureum yang cukup tinggi ini menjadi bukti nyata komitmen bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat dan terlindungi dari ancaman penyakit menular. ( Dods ).























